Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Menguat, Universitas Ibrahimy Dukung Akselerasi Budidaya Udang Berkelanjutan Melalui Forum Strategis Jawa Timur

Administrator 29 July 2026, 00:00 40 views 2 weeks ago Kampus
Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Menguat, Universitas Ibrahimy Dukung Akselerasi Budidaya Udang Berkelanjutan Melalui Forum Strategis Jawa Timur
Surabaya – Wakil Dekan II Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Ibrahimy, Dr. Ach. Khumaidi, M.P., menghadiri kegiatan Temu Diskusi Implementasi dan Akselerasi Program Akuakultur Berkelanjutan dengan Pendekatan Yurisdiksi di Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Konservasi Indonesia pada 29–30 Juli 2026 di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pengembangan budidaya udang yang berkelanjutan, berdaya saing, serta adaptif terhadap perubahan iklim. Forum tersebut diselenggarakan sebagai wadah berbagi pengalaman implementasi program budidaya udang berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi sekaligus membahas rencana percepatan pengembangan (scaling up) program di Kabupaten Situbondo melalui Pendekatan Yurisdiksi (Jurisdictional Approach). Pendekatan ini menitikberatkan pada kolaborasi multipihak untuk memperkuat tata kelola kawasan, meningkatkan praktik budidaya yang bertanggung jawab, menjaga kualitas lingkungan pesisir, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kehadiran Dr. Ach. Khumaidi, M.P. mewakili Universitas Ibrahimy menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor akuakultur berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Sebagai institusi pendidikan yang memiliki kompetensi di bidang sains dan teknologi, Universitas Ibrahimy diharapkan dapat berkontribusi melalui riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan teknis dalam pengembangan sistem budidaya udang yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda penting, antara lain paparan implementasi Program Akuakultur dengan Pendekatan Yurisdiksi, pembelajaran dari pelaksanaan program di Kabupaten Banyuwangi, rencana perluasan program ke Kabupaten Situbondo, sesi berbagi pengalaman bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo dan mitra akademisi, diskusi terfokus tingkat provinsi, pembahasan prioritas program budidaya udang, pembentukan kelompok kerja (task force), pemetaan potensi riset strategis, hingga koordinasi penyusunan rekomendasi untuk Lokakarya Nasional Strategi Pengelolaan Tambak Udang Berkelanjutan bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 39 peserta yang berasal dari berbagai pemangku kepentingan, meliputi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, akademisi dan peneliti dari Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi, unsur Pemerintah Kabupaten Situbondo, Universitas Ibrahimy Situbondo, Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo, Konservasi Indonesia, UNAIR Banyuwangi, serta Yayasan Sinergi Akuakultur Indonesia (YSAI). Dari Kabupaten Situbondo sendiri, peserta juga berasal dari Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup, BIPPD, Dinas Peternakan dan Perikanan, Asosiasi Tambak Udang Intensif Situbondo, Universitas Ibrahimy, dan UNARS. Melalui forum ini diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan lembaga konservasi dalam mempercepat implementasi akuakultur berkelanjutan di Jawa Timur. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang berbasis ilmiah, memperkuat tata kelola kawasan pesisir, meningkatkan produktivitas tambak udang secara berkelanjutan, serta menjadikan Kabupaten Situbondo sebagai salah satu daerah prioritas pengembangan budidaya udang berkelanjutan di Indonesia.